KULINER KHAS BLITAR: SEGO PECEL DAN ES PLERET DITAMBAH KEBAB LEZAT EKSOTIS JADI CAMILAN

Kuliner  
Yaya

Blitar merupakan kota yang didirikan pada tanggal 1 April 1906 yang berdasarkan peraturan Staatsblad van Nederllandche. Pada tanggal tersebut, diperingati sebagai hari jadi Kota Blitar. Blitar dikenal dalam beberapa julukan, salah satunya ialah ; Kota Patria, Kota Koi dan Bumi Bung Karno. Blitar disebut sebagai Kota Patria karena, dahulu Pasukan PETA (Pasukan Pembela Tanah Air) dari Blitar yang dipimpin oleh Sudanco Supriyadi memelopori perjuangan Kemerdekaan Indonesia melawan Jepang. Selain itu, kata ‘Patria’ diambil dari kata Tertib, Rapi, Indah dan Aman. Blitar juga dijuluki sebagai Kota Koi karena, ikan koi yang sangat terkenal di Jepang dapat dikembangbiakkan dengan baik di Blitar.

Blitar lebih dikenal sebagai Kota Bumi Bung Karno, karena di Blitar Proklamator Bangsa Indonesia dimakamkan, dan beliau juga pernah tinggal di Kota Blitar. Di Kota Blitar yang memiliki beberapa potensi ini, menjadi keuntungan tersendiri bagi perekonomian masyarakat. Sehingga, banyak sekali para pedagang kaki lima maupun ruko-ruko di pinggir jalan yang berada di sepanjang jalan menuju Makam Bung Karno. Secara geografis Kota Blitar terletak di ujung selatan Jawa Timur dengan ketinggian 156 meterdari permukaan air laut, pada koordinat 112.28” Bujur Timur dan 8.10” Lintang Selatan. Memiliki suhu udara cukup sejuk rata-rata 24 sampai 34 derajat celcius. Dan berada di kaki Gunung Kelud dengan jarak 189 kilometer arah tenggara dari Surabaya. Dengan luas wilayah mencapai 32.578 kilometer yang terbagi dalam 3 wilayah kecamatan dan 21 kelurahan.

Kota Blitar memiliki sesanti “Kridha Hangudi Jaya” yang berarti bekerja keras untuk mencapai kejayaan. Dengan motto “One For All, All For One”. Berbicara mengenai potensi ekonomi yang ada di Kota Blitar, masyarakat sangat kreatif dalam membangun UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Biasanya, masyarakat menjual berbagai oleh-oleh khas Blitar antaralain : Beras cerdas, Geti, Opak Gambir, Dodol Belimbing (Agrowisata Karangsari), Sambel Pecel, Peyek Uceng, Wajik Klethik, Sagon, Teh Hitam Ken Tea, Cokelat (kampung Cokelat) dan Kaos bertuliskan “Jelajah Blitar”. Tidak hanya itu, masyarakat setempat juga membuat kerajinan yang berasal dari bahan dasar kayu dan diolah menjadi aksesoris maupun cendera mata. Hal-hal tersebut merupakan faktor-faktor penggerak perekonomian di Kota Blitar. Kota ini identik dengan salah satu kuliner yang tidak bisa dilupakan setelah berkunjung kesini. Kuliner tersebut ialah sego pecel dan es pleret.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Sego pecel merupakan kata bahasa jawa ‘sego’ yang artinya nasi. Nasi ini dilengkapi dengan sambal pecel, kulupan (sayur mayur yang direbus), lauk pauk dan rempeyek. Sedangkan es pleret merupakan minuman yang kuahnya berasal dari gula jawa dan santan. Dan pleretnya berbentuk bulat kecil yang terbuat dari tepung pati. Sejarah telah menyatakan bahwa, sego pecel telah ada sejak zaman penjajahan kolinial Belanda. Bahkan di Suriname, salah satu negara di Amerika Selatan yang merupakan bekas jajahan Belanda, juga ditemukan pecel meskipun ada perbedaan dari rasa bumbu dan isinya. Hal ini menunjukkan bahwa sego pecel menjadi kuliner yang melegenda dan dikenal dibeberapa dunia. Karakteristik sego pecel pada umumnya terbuat dari rebusan aneka sayur atau biasa disebut dengan kulupan. Dan disiram dengan sambal kacang yang khas. Bahan utama sambal pecel terdiri dari kacang tanah dan cabai rawit yang dihaluskan dengan bahan rempah-rempah seperti kencur, daun jeruk purut, bawang putih, asam jawa, gula merah, dan garam. Sebagai pelengkap dan yang paling menjadi ciri khas adalah rempeyek. Sego pecel terkenal dengan rempeyeknya yang renyah serta gurih.

Pembuatan rempeyek sangat beragam versi. Namun yang menjadi ciri khas rempeyek adalah kacangnya. Rempeyek terbuat dari perpaduan tepung beras, tepung sagu, santan kelapa, dan kuning telur. Dan dicampur bahan rempah seperti daun jeruk, kacang tanah, bawang merah, putih, ketumbar, kencur, kunyit, garam, dan gula pasir. Cara membuatnya cukup mudah, kita hanya perlu mencampurkan semua bahan yang telah dihaluskan kecuali kacang. Lalu tambahkan sedikit air dan tetap menjaga kekentalan adonan. Panaskan minyak lalu goreng dan tiriskan. Rempeyek siap disajikan. Jadi, isi dari sego pecel adalah nasi putih, sayur rebus (kulupan), lauk pauk seperti tahu dan tempe, sambal pecel, serta rempeyek. Sego pecel ini dijual dalam berbagai varian harga yaitu sekitar Rp.7.000,00- 12.000,00 saja. Setelah kenyang menikmati hidangan sego pecel, tak lupa mencicipi es pleret yang tidak kalah eksistensinya di Blitar. Bagi warga diwilayah Blitar sudah tidak asing lagi dengan es pleret. W

isatawan yang sering berkunjung ataupun barusaja berkunjung pasti kerap menemui penjual es pleret dipinggir jalan dekat lokasi wisata. Minuman es pleret sangat cocok dinikmati setelah makan sego pecel, maupun saat di siang hari. Rasa dari espleret yaitu manis dan menyegarkan. Dengan harga terjangkau yaitu sekitar Rp. 5.000,00-7.000,00 saja sudah dapat menikmati es pleret dengan isi gelas yang penuh. Asal usul sejarah es pleret masih belum diketahui, namun dilansir dari MediaBlitar.com menyatakan bahwa, es pleret telah ada sejak 1987. Nama dari ‘pleret’ sendiri dikarenakan cara pembuatan isi dari es pleret ini dipleret seperti daging bakso. Namun bedanya, jika bakso ada isinya sedangkan pleret tidak ada.

Bahan dasar pembuatan pleret yaitu, tepung beras yang diberi pewarna makanan alami hijau, merah dan putih agar lebih menarik. Rasa manis es pleret tercipta disajikan dengan gula jawa atau biasa disebut dengan gula merah. Gula merah ini direbus dengan air agar mencair. Selanjutnya pleret yang sudah diberi juruh diberi kuah santan untuk memberi rasa gurih dan tambahan potongan es batu sehingga menyegarkan dahaga. Beberapa penjual es pleret di Blitar biasanya mengombinasikan minuman ini dengan tambahan bahan lain seperti mutiara, dawet, serabi, cendol, dan lainnya untuk membuatnya semakin segar. Setelah mengenal kuliner lokal yang berasal dari Blitar, masih ada kuliner yang eksis berasal dari Timur Tengah namun terkenal sampai ke Blitar. Kuliner satu ini pasti telah diketahui banyak orang dan cukup familiar. Kuliner tersebut adalah kebab.

Kebab merupakan makanan yang dipopulerkan oleh tentara Turki pada abad ke-16. Asal nama ‘kebab’ berasal dari Persia yaitu makanan yang ditusuk dan dipanggang. Kebab ini dipanggang diatas oven tembikar yang mampu menghasilkan panas stabil. Sehingga dagingnya bisa tetap lembap, karena digunakan yoghurt sebagai pelengkap bumbu. Kebab terbuat dari daging kambing dan sapi, adapula yang terbuat dari daging ayam, ikan, maupun kerang-kerangan. Kebab disebut sangat eksotis karena penampilannya yang cukup unik, dan rasa yang bervariasi. Maka dari ini memasak kebab juga sebuah karya seni. Setiap negara biasanya meracik kebab dengan cara unik tersendiri. Dan menambahkan bumbu sesuai selera sehingga rasa eksotis lebih menonjol.

Kebab merupakan makanan para pecinta olahan daging. Namun ada pula jenis kebab yang populer untuk vegetarian, yaitu kebab kentang. Kebab juga dihidangkan bersama sayuran panggang seperti bawang bombai, paprika, nanas, serta nasi panas atau roti khusus tipis (roti pita). Kebab juga salah satu kuliner yang mengglobal di Blitar. Kebab sangat digemari anak muda di Blitar. Harga jual kebab di Blitar sekitar Rp.15.000,00- 50.000,00 saja. Harga ini termasuk murah dan tergantung isi serta ukuran yang diminta pembeli. Kebab yang dijual di Blitar ialah kebab ala Turki. Namun dimodifikasi untuk isinya.

Proses pembuatan kebab ini cukup mudah, bahan yang dibutuhkan yaitu daging (sesuai selera) yang dicincang, garam, teh jintan bubuk, kapulaga, kayu manis bubuk, jahe parut, merica, cabai merah, tiga butir telur ayam, bawang bombai, cabai hijau, dan kacang kedelai yang direndam selama semalam. Takaran yang digunakan sesuai selera atau secukupnya. Sedangkan cara pembuatan kebab yaitu, daging yang sudah dicincang halus direbus dengan garam sampai daging lunak. Sembari menunggu daging, haluskan jintan, kapulaga, jahe, kayumanis, merica, dan cabai merah. Jika sudah masukkanke dalam rebusan daging dan aduk sampai merata. Kocok telur dan tambahkan ke dalam adonan daging. Campurkan cabai hijau, bawang bombai, dan kacang kedelai, aduk rata. Step terakhir, bentuk adonan menjadi bulatan kecil dan tekan agar bentuknya gepeng. Panaskan minyak goreng, goreng kebab hingga matang dan bewarna kecoklatan. Angkat, tiriskan, dan hidangkan dengan saus tomat. Itulah cara pembuatan kebab Turki yang hits. Namun resep ini berdasarkan tambahan dan selera masing-masing.

Kebab dapat dinikmati setelah sarapan atau dapat digunakan sebagai camilan pengganjal lapar. Kebab mengandung energi sebesar 257 kalori, 23.2 gram protein, dan 3.2 gram karbohidrat. Maka dari itu, kuliner kebab sangat diminati banyak orang karena bergizi dan harganya terjangkau. Tak lupa kuliner lokal sego pecel dan es pleret yang menjadi ciri khas Kota Blitar dan begitu melegenda zaman dahulu hingga kini. Kuliner lokal perlu dijaga eksistensinya karena ini termasuk warisan budaya. Selain itu adanya kolaborasi kuliner global dapat membantu promosi kuliner sehingga, saling mengenalkan kuliner Indonesia dan Global. (Sakira Kusuma Ayu Maharani/ Yaya)

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Awardee Turkiye Burslari 2020 Magister Tafsir of Sakarya UniversityMedia Pers PPI TurkiHidup kaya raya mati masuk surga

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image