KJRI Istanbul bersama IHSIAD Gelar Kegiatan Forum Bisnis Turki-Indonesia

News  
KJRI Istanbul

KJRI Istanbul bekerja sama dengan IHSIAD (Asosiasi Pebisnis dan Industrialis Imam Hatip) menyelenggarakan kegiatan Indonesia-Turkiye Business Forum di Eyupsultan Kultur ve Sanay Merkezi - Istanbul. Forum bisnis dihadiri sekitar 150 pebisnis Turkiye dan Indonesia. Turut hadir delegasi Kementerian Pertanian dan Kementerian LHK RI.

Kegiatan Forum Bisnis dibuka oleh Ketua IHSIAD dengan Keynote Speech oleh Konjen RI Istanbul. Turut juga memberikan sambutan Ketua IHSIAD Indonesia, Wakil Ketua Turk Kizilay, Walikota Eyupsultan dan Gubernur Distrik Eyupsultan. Pada pameran juga dilakukan pameran produk Indonesia, pengenalan kuliner Indonesia dan business matchmaking.

Forum Bisnis ini menghasilkan penandatangan 6 MoU dan 7 LoI dengan nilai potensi transaksi mencapai 2,7 juta USD atau sekitar 42 milyar Rupiah per tahun.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Sektor kerja sama yang disepakati meliputi sektor agro-industri (kopi, cocofiber, rempah-rempah, madu dan beras organik) dan pemasaran produk antara pebisnis Indonesia dan Turkiye yang hadir.

KJRI Istanbul

"Kerja sama Indonesia-Turkiye meliputi berbagai sektor. Dari perdagangan, turisme, investasi, hingga edukasi, kesehatan dan industri perdagangan. Volume perdagangan Indonesia Turkiye telah mencapai 2 miliar dolar. Angka ini belum merefleksikan potensi perdagangan bilateral antar kedua negara yang memiliki gabungan jumlah penduduk sebesar 350 juta jiwa" kata Konsul Jenderal Imam Asari dalam pidato pembukaannya.

Menurut Konjen Imam, target 10 juta dolar masih terbilang masuk akal untuk diwujudkan antara Indonesia-Turkiye. Tentu saja diperlukan platform yang memungkinkan target tersebut terwujud salah satunyan melalui IT-CEPA atau Indonesia Turkiye Comprehensive Economic Partnership. Hal ini membantu agar semakin banyak diversifikasi produk Indonesia yang dapat mempenetrasi pasar Turki. Sedangkan bagi Turki, Indonesia merupakan sumber bahan baku seperti baja, lemak hewan dan tumbuhan, man-made staple fibers and filaments, synthetic yarns, karet, komoditas pertanian, dan masih banyak lainnya.

KJRI Istanbul

Menyoroti tingginya ketimpangan neraca perdangangan Turkiye dan Indonesia, Chairman IHSIAD, Nurullah Sahin menyampaikan, pada tahun 2021, Turki mengekspor 313 juta dolar AS ke Indonesia dan mengimpor 1,8 miliar dolar AS dari Indonesia. Dengan kata lain, dengan ukuran perdagangan bilateral kami lebih dari $2,1 miliar pada tahun 2021, Indonesia telah menjadi mitra komersial terbesar ke-46 bagi Turki. Terlepas dari kedalaman yang luar biasa dari ikatan sejarah antara kedua negara, tidak dapat diterima bahwa jumlahnya sangat rendah. Dalam kondisi saat ini, volume perdagangan kedua negara tidak boleh kurang dari 15 miliar dolar.

Dengan disamakan target volume perdagangan hingga 10-15 juta dolar, tentunya perlu segera pengawalan tindak lanjut kegiatan business meeting ini agar dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua negara dan para pelaku bisnis yang sepkat menandatangani MoUs.

Setelah Coffex Istanbul, Coffee Sumitt, F-Istanbul, Craft Expo, masih ada kegiatan promosi produk Indonesia sebagai penutup kegiatan promosi di tahun 2022 yakni OIC Halal Expo di akhir bulan November 2022. (Fauzul Azhim)

Berita Terkait

Image

SKSG UI Gelar Konferensi Internasional bersama Medipol University dan PPI Istanbul

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image